Selasa, 20 Desember 2011

Konten Indonesia, Wujud Apresiasi Karya Anak Bangsa


Mengulas perkembangan dunia telekomunikasi seluler di Indonesia saat ini tentu tidak terlepas dari sejumlah layanan yang ditawarkan operator di negeri ini, termasuk konten-konten asli Indonesia. Tengoklah RBT, video, atau game-game yang terlahir dari buah pemikiran serta luapan ide-ide cemerlang dari generasi penerus bangsa yang sepertinya masih mencari jati diri ini, kesemuanya itu merupakan wujud optimisme sekaligus dinamisme yang sangat berharga bagi kemajuan bangsa ini.

Beberapa tahun yang lalu, para penyanyi, seniman, penulis, hingga pengembang perangkat lunak di negeri ini mengalami kejenuhan karena harus meratapi kenyataan pahit praktek-praktek pembajaan hak cipta yang tentunya sangat berdampak pada semangat serta keuntungan finansial dari karya-karya mereka itu. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual sepertinya tidak mampu mengembalikan optimisme mereka yang telah direnggut oleh para pembajak karya.

Beberapa tahun kemudian, semangat berkarya itu bangkit kembali seiring dengan pesatnya perkembangan dunia telekomunikasi seluler yang mampu menampung karya-karya anak negeri. Dalam balutan layanan operator, para penyanyi, seniman, penulis, hingga pengembang perangkat lunak kembali bergairah untuk mengeluarkan karya-karya spektakuler yang mampu memikat para pengguna handphone maupun smartphone yang jumlahnya juga meningkat tajam di negeri ini.

Fenomena ini tentu menjadi sebuah kebanggaan sekaligus kebahagiaan bagi negeri ini mengingat rantai supply-mediator-demand tersebut memunculkan beragam manfaat serta keuntungan. Bagi pemilik karya, mereka tentu mampu memetik buah ide dan pemikirannya dalam bentuk apresiasi maupun finansial; bagi operator, mereka dapat memetik margin keutungan yang tidak sedikit atas fungsinya sebagai media penghubung; sementara bagi pengguna layanan, tentu mereka akan memiliki warna lain dari hanya memanfaatkan perangkat selulernya untuk telepon maupun sms.

Sayangnya, hubungan positif yang mulai menggeliat tersebut dinodai dengan adanya praktek-praktek pencurian pulsa yang sempat menurunkan kepercayaan pengguna atas operator maupun konten-konten yang ditawarkannya itu. Trauma hilangnya pulsa secara tiba-tiba menjadi sebuah momok yang mulai dihindari pengguna sementara para pencetus karya dari konten-konten yang sebelumnya banyak dinikmati para pengguna pun mulai resah.

Untungnya, gerak cepat berbagai pihak yang berupaya keras menghapus praktek-praktek penyalahgunaan akses tersebut mulai memberikan hasil yang optimal. Pengguna pun mulai melirik kembali konten-konten Indonesia sebagai wujud apresiasi karya anak negeri, sekaligus solusi atas stagnansi pemanfaatan handphone sebagai media komunikasi yang hanya berkutat seputar telepon dan sms. Kembalinya gairah ini tentu mampu membangkitakn kembali kepercayaan kita bersama bahwa konten Indonesia memang layak dipresiasi sekaligus dikembangkan.

Kedepan, tentu kita semua berharap agar simbosis mutualistis yang telah terjalin ini dapat terus terjaga, bukan sekedar untuk memenuhi hasrat diri atau sekedar keutungan finansial semata. Jauh dari kesemuanya itu, geliat optimisme dan dinamisme kita sebagai bangsa berkembang akan terus meningkat seiring penghargaan serta rasa handarbeni kita terhadap hasil karya bangsa sendiri. Jika bukan kita yang mau mengangkat derajat bangsa ini, lalu siapa lagi? 

0 komentar:

Posting Komentar

 

GADGET NUSANTARA Copyright © 2009 Gadget Blog is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal